Senin, 18 Februari 2008
Manajemen sarana dan prasarana di sekolah
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
Manajemen sarana prasarana. Perencanaan, meliputi analisis kebutuhan sarana prasarana dan perencanaan dan pengadaan sarana prasarana sekolah. Pengorganisasian, meliputi pendistribusian sarana prasarana dan penataan sarana prasarana sekolah. Penggerakan, meliputi pemanfaatan sarana prasarana , pemeliharaan sarana prasarana , inventarisasi sarana prasarana, dan penghapusan terhadap sarana prasarana sekolah. Pengawasan, meliputi pemantauan kinerja penggunaan dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah.
www.mbs-sd.org
manajemen sekolah adalah uapaya agar semua kegiatan persekolahan dapat berjalan dengan baik, dibuat secara bersama, sesuai dengan rencana dan dengan biaya yang ada. Jadi pada dasarnya manajemen sekolah adalah semua tindakan dalam mengelola sekolah secara umum. Berdasarkan definisi diatas, manajemen sekolah merupakan proses dimana kepala sekolah selaku administrator bersama atau melalui orang lain berupaya mencapai tujuan kelembagaan, laporan kegiatan dan keuangan sekolah secara efektif dan efisien.
5. Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah.
Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra saran, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah.
Sedangkan untuk pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah. Akhmad Sudrajat, M.Pd.
Klik di sini untuk artikel lebih lengkap : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/03/konsep-manajemen-sekolah/
Untuk mewujudkan itu, kunci utamanya adalah manajemen baik dari sektor pendidikan tersebut yang dimulai dari
metode pengajaran, penyediaan sarana/prasarana serta teknis lainnya yang menyangkut upaya meningkatkan mutu
pendidikan.
Pendidikan adalah faktor utama menuju kemajuan. Bila mutu pendidikan berkualitas, tak ayal Sumber Daya Manusia
(SDM) dari suatu bangsa akan turut berkualitas.
Masalah pendidikan merupakan masalah yang harus dipikirkan bersama-sama. Walau demikian, peranan pemerintah
dalam hal ini sangatlah penting dan besar. Diberlakukannya standarisasi penilaian kelulusan bagi siswa serta kurikulum
yang berbasis kompetensi merupakan salah satu wujud pemerintah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan
di tanah air.
Akan tetapi, apapun metode pengajaran yang diberlakukan tanpa adanya sarana dan prasarana yang mendukung, maka
hasil yang diperoleh juga tidak maksimal. Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, siswa dituntut dapat belajar
sungguh-sungguh dan sekolah sebagai wadah siswa menuntut ilmu pengetahuan juga memiliki peran sakral untuk
mensukseskan program pemerintah tersebut.
WASPADA ONLINE, Kamis, 26 Juli 2007 23:40 WIB
Minggu, 28 Oktober 2007
Kisah Si Penebang Pohon___ by Andrie Wongso
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu".
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"
"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga". Kata si penebang.
"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti ,
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Salam sukses luar biasa!
Andrie Wongso
Sabtu, 27 Oktober 2007
Tentang cinta
Jalaluddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.
Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,
Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur �
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan,
buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.
Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka !
Cukuplah ! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu ?
Cinta memiliki banyak penyataan melampaui pembicaraan. . .
Adapula yang mendefinisikan cinta seperti ini:
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir.
Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Bagiku cinta tetap saja sebuah pertanyaan. Setiap mendapati satu kesimpulan dari perenunganku tentang cinta, aku selalu tertarik untuk mengujinya. Dan dalam usahaku membuktikan "kebenaran"-ku itu, aku selalu saja sampai pada tembok tinggi yang membuatku mati langkah. Cinta ternyata tak sedangkal itu ternyata, pikirku.
Dahulu, aku pernah berpikir bahwa cinta itu jika aku bisa memiliki orang yang aku sukai. Mengejarnya, berusaha menaklukkan hatinya adalah sebuah keasyikan tersendiri. Semakin aku terus mencoba, semakin semua itu menghadirkan rasa-rasa asing yang belum pernah kujumpai sebelumnya. Membuat si bodoh ini terus saja bertanya: inikah cinta???
Lalu, atas kuasa-Nya yang kusebut cinta itu bersatu jua. Membawaku pada dunia yang berbeda, membutakan logika, membawaku pada segala keindahan nirwana. Semua terasa indah, bahkan rumput yang bergoyang pun seakan menari-nari untukku hendak merayakan bersatunya "cinta"-ku. Awan yang berarak, malam yang sepi, sekan seperti sumber mata air yang mengalirkan inspirasi tentang keindahan. Entah berapa banyak kata-kata puitis terjadi begitu saja. Lalu sejenak aku berpikir, inikah yang disebut cinta?
Detik berlalu, dua jiwa kini semakin dekat saja. Mencoba saling mengerti, dan tentu saja ingin juga dimengerti. Entah sudah berapa lama aku berjalan dalam cinta, sampai satu ketika aku percaya, cinta adalah ketulusan. Bukan tentang memiliki atau dimiliki, mencintai adalah memastikan orang yang kita cintai mendapatkan kebahagiaannya. Tak masalah dengan siapa cinta kita akhirnya, yang nyata dia haruslah bahagia. Bukankah begitu?
Tapi, sungguh kesimpulan itu tak sepenuhnya bisa aku terima. Karena dalam pembuktianku pada kesimpulan itu, aku merasa, cinta tak jauh beda dengan derita. Lalu, Apa itu cinta???
Weekend, sendiri di kota minyak...
Sebenarnya gak sulit buat cari hiburan di kota cepu ini, hampir di setiap sudut taman cepu bisa dijumpai tempat buat nyantai. Atau, kalo mau sekedar cari teman ngobrol, bisa saja aku ke rumah salah satu kenalan. Tapi sepertinya itu bukan pilihan yang tepat saat ini. Pikiranku lagi entah di mana. Mungkin lagi sama si dia, atau sama siapa entahlah. Yang pasti, kompi di kantor jadi temen setia. Bosen maen game, sepertinya nulis di blog jadi pilihan yang menyenangkan.
Aku mau cerita sedikit soal cepu, kota yang terkenal dengan minyaknya.
Cepu, kota kecil, kota yang jadi hometown-ku selama hampir setaun ini. Adalah kota yang indah, menyenangkan dan menarik dari banyak sisi. Aku menyebutnya, kota transisi, kota yang masyarakatnya sejuk mesti sebenarnya cuaca di sini panas sekali. Cepu adalah kota yang menyenangkan untuk ditinggali, terutama untuk kaum muda seperti aku. Kota yang menjanjikan banyak kesenangan. Disini pusat keramaian di kabupaten Blora. Kota yang punya sisi lain di sana-sini, terutama bagi yang hobi sama wajah-wajah manis dan cantik. hehehehe.
Cepu jauh sekali dari kesan kota sepi. Apalagi tempat tinggalku emang di pusat kota, jadi pusat keramaian ada tepat di depan mata. Hanya sejauh lemparan batu, ada taman kota cepu, nama sebenarnya : Taman seribu lampu, meski lampunya kini gak lagi berjumlah seribu karena gak semuanya nyala di malam hari. Terus, tak jauh dari kantorku ada Perkantoran, pertokoan, juga Hotel Mega Bintang, hotel terbesar di kota kecamatan ini. Kalo mau nyari cafe, rumah makan, atau apa aja ada banyak di sini. Kata yang pernah tinggal di sini, asal ada uang di cepu pokoknya dijamin senang....
Malam minggu seperti ini, ramenya simpang tuju cepu gak kalah loh sama simpang tuju di Kudus, atau simpang lima di semarang ( agak berlebihan ya??? ). Tapi kalo dihitung tingkat kepadatan per meter perseginya, mungkin gak jauh beda. Muda-mudi terus saja berseliweran di sana-sini,pakaiannya juga hampir mirip sama yang di Simpang Lima Semarang, entah sudah berapa kali mereka muter di jalan sekitar taman cepu. Lokasi taman pun, hampir tak menyisakan ruang kosong, penuh sesak dari pedagang, pengunjung, sampe orang-orang yang hanya numpang lewat sambil lihat-lihat. hehe. Pokonya rame banget.
Buat kamu-kamu yang kebetulan tamu di cepu, jangan lewatin kesempatan sekedar mencicipi kopi kothok di taman cepu. Tinggal milih di warung mana, harga relatif sama, tinggal milih warung yang penjualnya cocok sama selera. hehehe. Sekian dulu gambaran singkat kota cepu, lain waktu akan dibahas lebih jauh tentang kota ini.
Sabtu, 20 Oktober 2007
Sapa hangat....
Hai, ini pertama kalinya ak bikni blog. Dah sering bngt liat2 blog orang, dengar soal blog juga dah lumayan lama. Tp, baru sekarang ikutan nimbrung bikin blog.
Met Dateng ya...
Ga da misi khusus, apalagi agenda tersembunyi ak ikut buat blog ini. Cuma buat bagi2 pandangan, artikel bagus n' klo km ga keberatan feedback dari km akan sangat berarti.
Moga aja ak, km dan orang2 bisa ngambil hikmah dari blog-ku ini.
Ok, let's do it...
